Peran dan Posisi Indonesia di ASEAN

iklan1
Peran dan Posisi Indonesia di ASEAN
            Asia Tenggara sebagai sebuah regional yang memiliki organiasasi ASEAN tentu
melahirkan kepentingan-kepentingan baru bagi negara anggotanya. Kepentingan tersebut tidak terbatas pada kepentingan politik saja namun mancakup berbagai macam sektor yang saling berkaitan. Demikian halnya dengan Indonesia sebagai anggota tetap ASEAN yang aktif mencanangkan berbagai usulan dalam wilayah Asia Tenggara. ASEAN bukanlah organisasi regional pertama Asia Tenggara, pernah sebelumnya dibentuk SEATO dan ASA yang mengandung intervensi negara-negara non Asia Tenggara, seperti Amerika Serikat (Suryadinata, 1998: 85). Indonesia menolak untuk bergabung dengan organisasi tersebut dan memilih untuk mengusulkan organisasi baru yang terlepas dari campur tangan negara non-anggota sebagaimana yang terjadi pada organisasi sebelumnya. Hal ini menunjukkan Indonesia sebagai negara yang merdeka telah mulai aktif untuk menyuarakan gagasan-gagasannya di dunia internasional. Gagasan organisasi tersebut akhirnya diwujudkan dengan membentuk Maphilindo pada tahun 1963. Maphilindo tidak lain adalah organisasi regional yang terdiri dari Malaysia, Philipina, dan Indonesia. Namun Maphilindo kemudian gagal karena terjadi konforntasi antara dua anggotanya, yaitu Malaysia dan Indonesia (Bhakti, 1997: 28). Meskipun organisasi regional tersebut gagal, Indonesia tidak turut patah semangat untuk membentuk organisasi lain yang lebih formal. Semangat tersebut melahirkan ASEAN pada tahun 1967 dengan membawa lima founding father, salah satunya adalah Indonesia.
         Ketergabungan Indonesia dalam ASEAN bukan tanpa alasan. Indonesia sengaja menyuarakan berdirinya organisasi regional tersebut salah satunya adalah untuk menjaga stabilitas keamanan regional. Indonesia juga aktif menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan juga prinsip non-intervensi di ASEAN. Hal menunjukkan bahwa Indonesia ingin menjadi anggota penting di ASEAN. Indonesia menyadari bahwa untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan faktor pendukung seperti perpolitikan dan perekonomian yang stabil di negaranya. Kesadaran tersebut diikuti dengan turut bergabungnya Indonesia ke dalam ASEAN Regional Forum (ARF) setelah sebelumnya menggagas berdirinyaZone of Peace, Freedom, and Neutrality (ZOPFAN). Namun Indonesia kemudian keluar dari ARF karena merasa ada intervensi dari pihak non-anggota dalam ARF. Keluarnya Indonesia dari ARF juga merupakan upaya untuk menjaga stabilitas keamanan negaranya (Bhakti: 1997: 28). Selang beberapa tahun kemudian, Indonesia melakukan perjanjian keamanan dengan Australia dengan tujuan ingin menjaga stabilitas keamanan Indonesia sendiri dan juga Asia Tenggara pada umumnya. Hal ini berlaku demikian karena Indonesia melihat adanya ancaman keamanan dari semakin kuatnya pangkalan militer China di Asia Tenggara. Tujuan kerjasama Indonesia dengan Australia adalah untuk mengimbangi stabilitas keamanan regional (Suryadinata, 1998: 49).
       Indonesia juga turut berperan aktif dalam penyelesaian masalah dan konflik yang terjadi antar-anggota ASEAN. Dalam hal ini, Widyaningsih dan Robert (2014: 107) menjelaskan beberapa peran penting Indonesia bagi ASEAN yaitu Indonesia sebagai manager of crisis dan juga mediator konflik, Indonesia sebagai agent of change baik institusional ataupun normatif, dan Indonesia sebagai pengangkat profil ASEAN dalam skala global. Gagasan pertama muncul karena melihat Indonesia yang memiliki potensi power yang kuat untuk mengambil peran penting dalam menyelesaikan konflik dan krisis yang mengancam stabilitas keamanan regional ASEAN. Hal ini turut dibuktikan dengan turunnya Indonesia dalam pembentukan Kuantan statement pada tahun 1980 terkait permasalahan konflik di Kamboja. Indonesia aktif membantu menyelesaikan permasalahan anggota ASEAN hingga saat ini (Wisyaningsih&Robert, 2014: 107). Gagasan kedua lahir dengan melihat keaktifan Indonesia dalam mengembangkan norma dan institusi di ASEAN. Contohnya adalah ketika pembentukan Treaty of Amity (TAC), Indonesia memiliki peran yang penting dalam proses terbentuknya TAC, begitu juga pada BALI Concord I (Widyaningsih&Robert, 2014: 109). Sedangkan gagasan ketiga merupakan gagasan yang hanya dapat dibuktikan jika Indonesia benar-benar mampu meningkatkan potensinya dalam berbagai sektor. Gagasan ketiga merupakan pandangan ke depan dengan melihat faktor bawaan Indonesia seperti wilayah yang luas dan penduduk yang banyak. Penulis melihat adanya peluang besar untuk meningkatkan kepentingan ASEAN ketika Indonesia mampu meningkatkan pertumbuhan ekonominya (Wisyaningsih&Robert, 2014: 111).
       Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwasannya Indonesia memiliki peran penting bagi ASEAN mulai dari awal terbentuknya organisasi regional ini. Indonesia menjadi negara yang menggagas munculnya ASEAN dan turut aktif dalam menjaga stabilitas regional yang ada. Ketergabungan Indonesia dengan ASEAN merupakan salah satu upaya Indonesia untuk meningkatkan stabilitas keamananya dan juga hubungan di berbagai sektor dengan negara lain, baik antar anggota ataupun non-anggota. Keberadaan Indonesia di ASEAN juga memiliki kontribusi yang signifikan. Indonesia menjadi mediator dalam penyelesaian berbagai konflik yang ada. Indonesia juga turut aktif dalam menyuarakan norma-norma dan prinsip yang dipegang teguh oleh ASEAN. Ke depannya, Indonesia dianggap  mampu menjadi negara yang  dapat mengangkat nama ASEAN di mata internasional. Indonesia diharapakan menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat agar dapat membawa ASEAN ke dalam skala global yang dipandang penting bagi dunia internasional. Hal ini melihat dari keadaan wilayah dan penduduk Indonesia yang luas dan banyak, sehingga sangat potensial untuk mengalami peningkatan ekonomi yang berimbas. Penulis berasumsi bahwa keberadaan ASEAN memang tidak dapat dilepaskan dari berbagai peran penting Indonesia. Kerjasama Indonesia dengan Australia yang dilakukan tidak lain adalah untuk menjaga stabilitas keamanan regional dari militer China. Hal tersebut dilakukan Indonesia karena stabilitas keamanan regional memiliki pengaruh yang penting bagi stabilitas keamanan negaranya. Dibuktikan dengan konflik antara Indonesia dengan Malaysia yang turut surut ketika Perang Dingin berakhir. Keadaan tersebut mengindikasikan bahwa keamanan regional akan mempengaruhi hubungan antar negara anggota, baik langsung ataupun tidak langsung.

0 Response to "Peran dan Posisi Indonesia di ASEAN"

Post a Comment