Faktor Penyebab Perubahan Kebijakan Luar Negeri

iklan1
Faktor Penyebab Perubahan Kebijakan Luar Negeri
            Kebijakan luar negeri dapat diartikan sebagai sesuatu yang dikeluarkan sebagai
respon atas suatu keadaan yang didasarkan pada kepentingan domestik dan internasional. Kebijakan luar negeri juga merupakan tindakan atau pernyataan yang dikeluarkan oleh suatu negara terkait isu atau permasalahan tertentu dalam lingkup internasional. Dari penjelasan singkat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa kebijakan luar negeri merupakan sesuatu yang bersifat dinamis seiring dan menyesuaikan dengan keadaan yang sedang terjadi. Sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa suatu kebijakan luar negeri akan sering mengalami perubahan guna menyesuaikan diri terhadap permasalahan dan kepentingan negara. Perubahan sendiri dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang berbeda dari keadaan sebelumnya. Perubahan secara tidak langsung memiliki kaitan erat dengan kebijakan luar negeri suatu negara yang bersifat dinamis atau berubah-ubah. Maka kemudian Hermann (1990: 5) menggolongkan perubahan yang terjadi dalam kebijakan luar negeri suatu negara menjadi dua, yaitu perubahan karena berubahnya rezim atau transformasi negara dan perubahan yang muncul karena pemerintah memutuskan untuk merubah arah kebijakan luar negeri suatu negara. Perubahan pertama terjadi karena suatu sistem politik domestik negara berubah, yang mana secara tidak langsung akan turut mengubah kebijakan luar negeri. Sedangkan perubahan kedua terjadi ketika suatu negara memiliki pemimpin yang baru yang menginginkan arah kebijakan luar negeri yang berbeda dari sebelumnya. Perubahan dalam kebijakan luar negeri pada umumnya bersifat self-correcting yaitu perubahan yang dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan dari kebijakan sebelumnya.
            Hermann (1990:5-6) kemudian juga menjelaskan bahwa setidaknya ada empat bentuk perubahan dalam kebijakan luar negeri jika didasarkan pada poin yang berubah. Yang pertama adalah asjustment changes yaitu perubahan yang terjadi pada cara yang dilakukan sebagai bentuk usaha untuk mencapai target tertentu. Yang kedua adalah program changes atau perubahan yang terjadi pada teknis dalam mencapai tujuan tertentu, termasuk di dalamnya adalah memunculkan instrumen baru. Yang ketiga adalah goal changes atau perubahan yang terjadi pada tujuan. Perubahan tujuan ini terjadi ketika suatu keadaan berubah sehingga tujuan awal dibentuknya kebijakan luar negeri ikut berubah. Sedangkan perubahan yang terakhir adalah international orientation changes yang sekaligus menjadi bentuk perubahan yang paling besar. Perubahan ini terjadi secara menyeluruh dengan mengubah kembali orientasi kebijakan luar negeri yang ada serta orientasi hubungan negaranya dengan negara-negara lain. Perubahan ini akan menghasilkan redireksi orientasi negara terhadap peran dan aktivitasnya dalam lingkup internasional. Sedangkan menurut Dugis (2008: 103) menjelaskan bahwa perubahan kebijakan luar negeri akan diawali dengan perubahan sistem politik domestik atau lebih dikenal dengan foreign policy redirection.Perubahan ini selanjutnya akan dilanjutkan dengan melakukan self correcting atau koreksi terhadap kebijakan yang akan digunakan sebagai kebijakan baru.
            Perubahan kebijakan luar negeri juga dapat dilihat dari beberapa faktor yang menyebabkan perubahan tersebut terjadi, faktor tersebut kemudian dibedakan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor-faktor yang masuk ke dalam faktor internal antara lain adalah sistem politik domestik, birokrasi pembuat kebijakan, cybernetics, dan juga learning. Sistem politik domestik menjadi faktor utama terjadinya perubahan kebijakan luar negeri karena politik domestik sendiri menjadi salah satu acuan dalam penentuan arah kebijakan luar negeri suatu negara. Sistem politik domestik juga memiliki kaitan dengan legitimasi suatu kebijakan di mana kebijakan luar negeri sendiri membutuhkan legitimasi dari pihak-pihak yang terkumpul dalam sistem politik domestik. Goldman (1988: 44 dalam Hermann, 1990: 7) menambahkan tiga hal yang menjadikan sistem politik domestik berpengaruh bagi kebijakan luar negeri suatu negara. Yang pertama adalah tingkat institusionalisasi, yaitu berkaitan dengan tingkat komitmen pemerintah dalam menjalankan suatu kebijakan. Yang kedua adalah tingkat dukungan, yaitu berkaitan dengan banyaknya aktor yang setuju terhadap suatu kebijakan atau bahkan mendukung untuk menolaknya. Kedua hal ini memiliki kaitan yang erat dengan legitimasi, ketika aktor-aktor yang terkait dalam kebijakan tersebut menolak suatu kebijakan maka kebijakan tersebut akan sulit untuk dijalankan. Dan yang ketiga adalah degree of salience atau keberadaan isu-isu yang dinilai mengancam negara sehingga diperlukan kebijakan baru untuk menangani isu tersebut.
            Faktor penyebab perubahan selanjutnya adalah birokrasi pembuat kebijakan. Pembubat kebijakan menjadi penyebab suatu perubahan dalam kebijakan luar negeri karena tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi birokrasi pembuat kebijakan dan institusi-institusi yang berkepentingan di dalamnya juga turut berpengaruh dalam perubahan. Faktor ketiga adalah adanya pendekatancybernetics, yaitu adanya pengawasan terhadap kebijakan luar negeri dengan melakukan penggalian informasi atau feed-back dan juga kontrol. Pengawasan ini dilakukan dengan melihat apakah kebijakan masih relevan dengan permasalahan yang ada, jika informasi yang didapat mengatakan kebijakan dinilai sudah tidak sesuai maka kebijakan tersebut akan diubah (Hermann, 1990: 9). Faktor selanjutnya adalah adanya pendekatan learning yang sedikit berbeda dengancybernetics. Pendekatan ini melakukan perubahan justru sebelum kebijakan tersebut diterapkan. Perubahan pada pendekatan ini dilakukan ketika satu pemimpin memiliki suatu wawasan atau pandangan baru terhadap suatu permasalahan sehingga memutuskan untuk membuat kebijakan baru atau mengubah kebijakan yang sebelumnya (Hermann, 1990: 10).
Sedangkan faktor penyebab yang masuk ke dalam faktor eksternal di antaranya adalah isolation, self reliance, dependence, dan non-alignment diversification. Pada aspek isolation, keterlibatan pihak eskternal dalam perubahan kebijakan luar negeri tidak terlalu signifikan karena negara dengan aspek ini tidak memiliki banyak hubungan dengan negara lain. Faktor eksternal kedua yaituself reliance yang dapat dilihat dengan adanya hubungan dengan negara lain. Hubungan tersebut dapat berupa hubungan diplomatik untuk saling memenuhi kepentingan mereka. Faktor yang ketiga adalah dependence yang ditandai dengan adanya hubungan yang cukup signifikan dengan negara lain. Hubungan signifikan ini membuat kebijakan luar negeri suatu negara tidak terlepas dari pengaruh pihak eksternal. Kemudian faktor terakhir adalah non-alignment diversification. Faktor ketiga dan keempat sama-sama menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan negara lain, namun pada faktor keempat pemerintah masih berupaya untuk tidak menggantungkan kebijakannya pada keputusan pihak eksternal (Holsti, 1982: 4-5).
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kebijakan luar negeri sebagai sesuatu yang bersifat dinamis akan terus mengalami perubahan menyesuaikan dengan keadaan, kondisi, dan juga permasalahan yang dihadapi oleh negara. Secara garis besar, perubahan dalam kebijakan luar negeri dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu restructuration dan redirection. Perubahan juga dapat digolongkan dengan empat model perubahan, yaitu perubahan yang terjadi pada usaha yang dilakukan, perubahan yang terjadi pada teknis pelaksanaan, perubahan tujuan, dan perubahan secara menyeluruh yang dilakukan dengan mengubah orientasi kebijakan luar negeri negaranya. Sedangkan faktor penyebab adanya perubahan luar negeri dapat dikategorikan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Yang termasuk di dalam faktor internal di antaranya adalah politik domestik, birokrasi pembuat kebijakan, pendekatan cybernetics, dan pendekatan learning.Sedangkan yang termasuk dalam faktor eksternal dapat dibedakan menjadi empat tipoligi, yaituisolation, self-reliance, dependence, dan non-alignment diversification. Penulis berpendapat bahwa perubahan yang terjadi dalam kebijakan internasional tidak dapat dipungkiri juga akan dipengaruhi oleh opini publik yang dimunculkan oleh media. Opini publik akan mempengaruhi kebijakan luar negeri suatu negara terlebih jika isu yang diangkat oleh media bersifat menarik simpati masyarakat atau berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.

0 Response to "Faktor Penyebab Perubahan Kebijakan Luar Negeri"

Post a Comment