Makalah Bentuk-Bentuk Hubungan sosial

iklan1


KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberi
hidayah dan inayah-Nya pada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan  lancar. Serta tak lupa pula kami kami ucapkan terima kasih pada Sri Wilujeng, S.Pd. selaku Guru mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial dan mengarahkan kami dalam penulisan makalah yang berjudul Hubungan Sosial ini semoga dapat bermanfaat bagi pembaca dan penulis.
Makalah ini disusun dan dibuat berdasarkan materi – materi yang ada. Materi – materi bertujuan agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan siswa dalam belajar Ilmu Pengetahuan Sosial. Serta siswa juga dapat memahami nilai – nilai dasar yang direfleksikan dalam berpikir dan bertindak.
Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan maka dari itu penulis menerima saran dan kritik yang membangun dari pembaca makalah ini.




Gedeg, 18 Februari 2013
                                                                       


         Penyusun




DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ..................................................................................1
KATA PENGANTAR................................................................................2
DAFTAR ISI................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah ..............................................................4
B.     Rumusan Masalah .......................................................................5
C.       Tujuan Pembahasan ...................................................................5
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Hubungan Sosial .......................................................6
B.     Sebab hubungan tertutup sering terjadi dalam kehidupan
Social ...........................................................................................6
C.     Sebab hubungan social secara vertical jarang ditemui
dalam lingkungan sekolah ...........................................................7
D.    Penjelasan Hubungan Sosial menurut waktu...............................8
E.     Penjelasan Hubungan Sosial menurut kepentingan......................9
F.     Sebab dan beberapa faktor pendorong hubungan social .............12
G.    Dampak dan Syarat terjadinya Hubungan Sosial.........................14
BAB III PENUTUP
Kesimpulan
iii
..................................................................................18






BAB I
PENDAHULUAN

I.                  Latar Belakang

Manusia adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, ia membutuhkan orang lain untuk dapat tumbuh kembang menjadi manusia yang utuh. Dalam perkembangannya, pendapat dan sikap peserta didik dapat berubah karena interaksi dan saling berpengaruh antar sesama peserta didik maupun dengan proses sosialisasi. Dengan mempelajari perkembangan hubungan sosial diharapkan dapat memahami pengertian dan proses sosialisasi peserta didik.
Pada awal manusia dilahirkan belum bersifat sosial, dalam artian belum memiliki kemampuan dalam berinteraksi dengan orang lain. Kemampuan sosial anak diperoleh dari berbagai kesempatan dan pengalaman bergaul dengan orang-orang dilingkungannya.
Hubungan sosial (sosialisasi) merupakan hubungan antar manusia yang saling membutuhkan. Hubungan sosial dimulai dari tingkat yang sederhana dan terbatas, yang didasari oleh kebutuhan sederhana. Semakin dewasa dan bertambah umur, kebutuhan manusia menjadi semakin kompleks dan tingkat hubungan sosial juga berkembang menjadi amat kompleks.  Jadi, pengertian perkembangan sosial adalah berkembangnya tingkat hubungan antar manusia sehubungan dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia. Belajar hidup bersosialisasi memerlukan sekurangnya tiga proses berikut. Belajar berperilaku yang dapat diterima secara sosial.Setiap kelompok sosial mempunyai standar bagi para anggotanya tentang perilaku yang dapat diterima dalam kelompok tersebut. Memainkan peran sosial yang dapat diterima. Agar dapat diterima dalam kelompok selain dapat menyesuaikan perilaku dengan standar kelompok, seseorang juga dituntut  untuk memainkan peran sosial dalam bentuk pola-pola kebiasaan yang telah disetujui dan ditentukan oleh para anggota kelompok. Perkembangan sikap sosial. Untuk dapat bergaul dalam masyarakat, seseorang juga harus menyukai orang atau terlibat dalam aktivitas sosial tertentu. Jika anak dapat melakukannya dengan baik, maka ia dapat melakukan penyesuaian sosial yang baik dan diterima sebagai anggota kelompok.
Kebutuhan berinteraksi dengan orang lain telah dirasakan sejak usia enam bulan, disaat itu mereka telah mampu mengenal manusia lain, terutama ibu dan anggota keluarganya. Anak mulai mampu membedakan arti senyum dan perilaku sosial lain, seperti marah (tidak senang mendengar suara keras) dan kasih sayang.
Dari hal-hal yang diuraikan di atas maka kami membuat makalah dengan judul “Hubungan Sosial’’sebagai tugas dari mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial.

II. Rumusan Masalah
            Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas maka permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:
1.   Bagaimana pengertian dari Hubungan social…..?
2.   Mengapa hubungan tertutup sering terjadi dalam kehidupan sosial..?
3.   Mengapa dalam lingkungan sekolah/keluarga hubungan social secara vertical jarang kita temui……?
4.   Bagaimana penjelasan hubungan social menurut waktu…..?
5.   Bagaimana penjelasan hubungan social menurut kepentingan
      A.Hubungan Sosial primer
      B.Hubungan Sosial sekunder
6.   Mengapa dan Apa penyebab/faktor-faktor pendorong hubungan social……?
7.   Apa saja dampak dan syarat terjadinya hubungan sosial.........?
III. Tujuan pembahasan
1.  Mengetahui lebih dalam mengenai Hubungan Sosial
2.   Mengetahui penyebab sering terjadinya hubungan tertutup dalam kehidupan social
3.   Mengetahui penyebab hubungan social secara vertical jarang di temui dalam lingkungan sekolah dan keluarga
4.   Mengetahui lebih dalam mengenai hubungan social menurut waktu
5.   Mengetahui lebih dalam mengenai Hubungan social primer dan sekunder
6.   Mengetahui mengapa dan apa saja faktor pendorong hubungan social
7.   Mengetahui apa saja dampak dan syarat terjadinya hubungan sosial


BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian Hubungan Sosial  
          Hubungan sosial (sosial relationship) dapat menunjukkan pada suatu bentuk interaksi sosial yang lebih luas, yang diatur oleh norma sosial, antara dua orang atau lebih yang memiliki posisi dan peran sosial. Menurut hierarki sosiologi, konsep hubungan sosial itu lebih luas daripada tingkah laku, tindakan, tingkah laku sosial, kontak sosial, dan interaksi sosial. Selain itu, hubungan sosial juga dapat mengandung arti sebagai asosiasi (perkumpulan/pergaulan), kerja sama, saling ketergantungan, dan saling memiliki. Meskipun istilah hubungan sosial sering digunakan dalam bidang ilmu sosia, namun banyak yang tidak sependapat dengan pengertian konsep hubungan sosial tersebut.

2. Sebab hubungan tertutup sering terjadi dalam kehidupan social
            Pada saat ini hubungan social dapat di golongkan menurut status,
A.    Hubungan Tertutup
Yaitu hubungan social yang terjadi dalam satu golongan social tertentu.Misalnya golongan bangsawan bergaul dengan golongan bangsawan.

B.     Hubungan Terbuka
Yaitu bentuk hubungan social yang disebabkan oleh perbedaan status di masyarakat bukan oleh kelompok social.Misalnya hubungan antara pimpinan dengan bawahan,hubungan antara guru dan siswa.
Hubungan tertutup dalam kehidupan social dapat terjadi di akibatkan pola piker masyarakat yang masih memandang perbedaan derajat. Masyarakat yang berkelompok antara kaya dan miskin, masyarakat kaya/bangsawan berfikiran bergaul dengan rakyat  miskin adalah hal yang tidak lazim, pendapat tersebut memiliki dasar berbagai alasan.


Contohnya :
·     Rakyat miskin memiliki kehidupan yang kumuh sehingga menyebarkan penyebaran kuman dan penyakit
·     Rakyat miskin tidak sama derajatnya dengan orang kaya/bangsawan karena rakyat miskin tidak dapat mengikuti gaya hidup para bangsawan yang terkesan mewah dan mahal
·     Dan lain sebagainya

Sedangkan masyarakat dalam golongan miskin tidak mempunyai keberanian untuk bergaul dengan kalangan bangsawan karena teori yang di tekankan didalam masyarakat mengenai perbedaan derajat menurut harta, yang 100% tidak benar.Karena seharusnya dalam kehidupan masyarakat tidak ada perbedaan derajat karena semua manusia memiliki hak yang sama dalam kehidupan bermasyarakat maupun di depan hukum.
Sedangkan hubungan terbuka disebabkan oleh perbedaan status,hal ini biasa terjadi antara pemimpin dan bawahannya sebab bawahan maupun pemimpin mempunyai pemikiran perbedaan kedudukan.
                                                                                               
3.     Sebab hubungan social secara vertical jarang ditemui dalam lingkungan sekolah.
          Sekarang kebanyakan hubungan social secara horizontal yang terjadi di lingkungan atau kawasan sekolah. Misal siswa dengan siswa atau guru dengan guru, dsb. Sebelumnya hubungan social menurut tingkatnya digolongkan menjadi  2 golongan yaitu :
A.                Hubungan social horizontal
Yaitu hubungan social antara individu atau kelompok yang sederajat yang memiliki kepentingan yang sama.

B.                 Hubungan social vertical
Yaitu hubungan social yang berdasar perbedaan kedudukan , jika dalam lingkungan sekolah / keluarga seperti siswa dengan guru / anak dengan orangtua.
            Hubungan social secara vertical terjadi saat kegiatan belajar mengajar berkangsung. Selebihnya itu jarang sekali terjadi .Guru dan siswa berinteraksi apabila ada hubungannya dengan tugas-tugas / dengan masalah baru untuk siswa dengan siswa yang bermasalah . Untuk disekolah, hubungan social terjadi siswa dengan siswa untuk kebanyakan yang terjadi. Hal tersebut karena faktor usia yang sama, dengan itu kita mempunyai banyak teman yang bisa diajak untuk berbicara, bekerjasama, dll. Kita bisa bercerita apa saja , bersenang-senang dengan teman. Walaupun begitu dalam berinteraksi social kita harus bertutur kata dengan baik meskipun usia yang sebaya. Karena dengan begitu tidak akan ada yang tersakiti , salah paham.Terutama salah paham yang akan menyebabkan perkelahian yang sebenarnya masalahnya sepeleh yang dibesarka-besarkan dan tidak ada yang mau mengalah untuk meminta maaf terlebih dahulu.                                                          
                                                           
4.     Penjelasan Hubungan Sosial menurut waktu
Hubungan social menurut waktu di bagi menjadi 2 yaitu :
A.    Hubungan Temporer/Sementara
Yaitu bentuk hubungan social yang sifatnya sementara/dalam waktu tertentu.
Contoh : Pekerja yang dikontrak, bila kontraknya habis sesuai dengan perjanjian, hubungan pekerja dengan yang memberikan kontrak telah putus/habis
B.     Hubungan Permanen
Yaitu hubungan social yang sifatnya lama bahkan dapat seumur hidup.
Contoh : Hubungan ayah,ibu dengan anak , hubungan dengan saudara akan berlangsung selamanya,selama masing-masing dari mereka masih hidup.





5.     Penjelasan Hubungan Sosial menurut kepentingan
Hubungan sosial menurut kepentingan dibagi menjadi 2, yaitu:
A.  Hubungan Sosial Primer
yaitu hubungan sosial yang bersifat pribadi. Hubungan pribadi tersebut melekat pada kepribadian seseorang, dan tidak dapat diganti oleh orang lain.
Contoh :
Tono mempunyai hubungan pribadi dengan tata, maka hubungan pribadi tersebut hanya terjadi antara toto dan tata, tidak mungkin kakak atau adik tata menggantikannya. Hubungan primer bersifat suka rela dalam arti bahwa hubungan tersebut tidak berdasarkan kepentingan. Misalnya, dalam keluarga inti yang terdiri dari ayah ibu dan anak-anaknya,kedua orang tua memelihara anak-anaknya dengan suka rela. Ayah bertindak sebagai kepala keluarga dan anak-anak menjadi pewaris dari orang tuanya.
Hubungan sosial primer yang masih murni dapat dijumpai pada masyarakat desa yang belum banyak menerima pengaruh dari luar. Hubungan sesama warga merupakan satu kesatuan setiap individu saling kenal satu dengan yang lain secara baik.             Sebagaimana yang dikenal dengan istilah paguyuban. Paguyuban (gemainscaft)yaitu satu kesatuan sosial yang diikat oleh hubungan batin murni dari setiap anggotanya, bersifat alamiah dan kekal. Bentuk hubungan sosial seperti ini dapat ditemukan dalam keluarga,rukun tetangga,kelompok kekerabatan, desa didaerah pedalaman, dan sebagainya.

B.     Hubugan Sosial Sekunder
Hubungan Sosial Sekunder, Yaitu hubungan sosial yang bersifat formal (resmi), impersonal (tidak bersifat pribadi), dan segmental (terpisah-pisah) yang didasarkan asas manfaat.
Selain itu pada hubungan social sekunder ada factor yang dapat mempengaruhi dan menghambat terjadinya hubungan social sekunder



1.      Factor mempengaruhi dari hubungan social sekunder
a.      Sikap dan kesediaan saling menenggang (toleransi)
Didalam hubungan sekunder ini akan membentuk kesatuan yang homogen, yang ditandai dengan adanya mengurangi perbedaan ,maka dengan ini sikap toleransi muncul,dengan sikap toleransi yang ada maka dalam menjalin sebuah hubungan, hubungan itu akan berjalan dengan baik.

b.      Adanya kesempatan dibidang ekonomi
Maksudnya adalah bila salah satu kelompok perusahaan A mengalami kemunduran dalam ekonominya ,maka perusahaan A akan meminta kerjasama dengan perusahaan B yang sama-sama menekuni bidang tertentu. Maka dengan adanya kerjasama itu perusahaan keduannya akan seimbang ekonominya.

c.       Adanya kesamaan dalam berbagai unsure budaya                            
Maksudnya  adalah dengan adanya unsure budaya yang sama dari dua kepentingan suatu bisnis maka kerja sama dan hubungan social skunder dapat terjadi. Dan hubungan social itu dapat bersifat formal (resmi), impersonal (tidak bersifat pribadi) dan segmental (terpisah -pisah) sesuai dengan tujuan yang manfaat yang sudah di tentukan.
                                                            
2.      Factor yang menghambat hubungan social sekunder
a.      Adanya isolasi kebudayaan individu dengan salah satu kebudayaan kelompok
Dari adanya isolasi kebudayaan, maka hubungan social sekunder tidak akan terjalin,karena setiap kebudayaan harus mempunyai kebebasan masing-masing,akan tetapi kebebasan itu bukan kebebasan yang secara mutlak milik kebudayaan itu sendiri, kebebasan itu harus berjalan sesuai dengan tanggung jawab. Tapi selain itu kebudayaan individu tidak boleh terisolasi, karena dari adanya kebudayaan individu akan timbul kebudayaan kelompok.

b.      Adanya diskriminasi
Diskriminasi adalah tindakan yang membeda – bedakan orang berdasarkan suku bangsa, ras, golongan, jabatan, dan lain – lain.
Padahal dengan adanya hubungan social skunder ditandai dengan cara mengurangi perbedaan – perbedaan yang terdapat antara individu dengan kelompok. Maka diskriminasi dalam menjalin hubungan social sekunder harus di hilangkan.

c.       Adanya persaingan di dalam kelompok yang kuat
Persaingan di dalam kelompok adalah persaingan yang terjadi di dalam suatu kelompok dan persaingan itu di jalani oleh anggota-anggota yang ada di dalam kelompok tersebut, untuk menjadi yang terbaik
Padahal di dalam kelompok tidak ada namanya “persaingan”, karena di dalam kelompok harus ada hubungan kerjasama. jika di dalam kelompok ada  persaingan maka hubungan kerjasama akan menjadi pecah belah, jadi hubungan social sekunder tidak akan terwujud.

Selain ada factor yang mempengaruhi dan menghambat hubungan social sekunder, adapun dampak yang terjadi dari hubungan social sekunder :
1.      Dapat membentuk suatu kesatuan yang sejenis (kepentingan dan tujuan yang sama)
Karena pada dasarnya hubungan ini bertujuan untuk mencari keuntungn  yang sehat (ketuntungan yang dapat dirasakan antara kedua belah pihak secara adil) dengan di dasarkan padadasar manfaat
2.      Dapat memperluas pergaulan
3.      Terbentuknya kerjasama
4.      Dapat mendorong terwujudnya demokrasi.



6.     Sebab dan beberapa faktor pendorong hubungan social
1.      Kesamaan asal (daerah) atau bahasa
Alasannya : factor ini merupakan dari pendorong hubungan social, karena pada hubungan social awal mulaterja dihubungan social adalah dari daerah asalnya.
Contoh :pada saat anak – anak pertama kali bisa berbicara, pasti anak itu memulai bahasa atau kosa katanya dari bahasa daerahnya, mana mungkin anak itu berbicara dengan bahasa lain. Selanjutnya jika anak itu sudah bertumbuh menjadi lebih besar dan mengerti lingkungan sekitar, dia lebih bisa berinteraksi dengan orang – orang yang ada di sekitarnya .Pada saat dia berbicara dan berinteraksi dengan orang – orang yang ada di sekitar pasti bahasa yang diagunakan adalah bahasa daerah asalnya.
2.      Kesamaan agama.
Alasannya : factor yang kedua ini juga penting dari factor – factor pendorong hubungan social. Dari suatu agama kita dapat mempersatukan hubungan social yang terjadi di dalam suatu masyarakat.Walaupun mereka berbeda suku dan budaya, jika mereka satu agama maka hubungan social dapat terjadi.
Contoh :pada saat kitaberada di Sulawesi. Disana terdapat banyak suku dan suku itu berlainan budaya dengan kita.Tetapi disana juga terdapat agama yang sama dengan agama kita yaitu agama islam. Walaupun mereka beda suku dan budaya dengan kita tetapi cara mereka melakukan sholat sama dengan cara sholat yang kita lakukan sehari – hari.

3.      Hubungan keluarga
Alasannya : factor yang ketiga ini sangat penting bagi suatu pendorong hubungan social. Karena awal mula kita belajar suatu kehidupan bermasyarakat adalah dari keluarga kita sendiri.
Contoh :pertama kali kita belajar berbicara. Kita belajar dari keluarga kita.Keluarga kita adalah guru yang pertama kali mengajari kita tentang cara berhubungan dengan lingkungan sekitar dan mengajari kita tentang cara berhubungan social dengan masyarakat (sopan santun).

4.      Hubungan kerja
Alasannya : factor yang keempat ini adalah factor yang kita mulai dari kita sejak sekolah sampai nanti kita kerja. Karena saat kita sekolah kita sedang menjalani hubungan social antara murid dengan guru. Saat kita kerja, kita menjalin hubungan social antara karyawan dengan atasan.
Cotoh : kita sekolah dan sedang melakukan kegiatan belajar mengajar di SMPN 1 GEDEG. Maka pada saat itu juga kita menjalin hubungan social antara guru dan murid, contohnya adalah saat ada guru yang sedang bertanya maka murid yang akan menjawabnya.

5.      Kesamaan ideology
Alasannya : factor yang kelima ini adalah factor yang terjadi hanya pada kehidupan politik, atau  kehidupan pada partai politik. Karena pada kehidupan sehari – hari jarang terjadi kesamaan ideology, karena masyarakat  masih banyak yang belum mengetahui arti dari kehidupan ideology yang terjadi di indonesia.

6.      Kesamaan tempat tinggal
Alasannya : factor yang keenam ini adalah factor yang bermula dari tempat tinggal kita. Karena dengan tempat tinggal kita, kita dapat menjalani banyak hubungan social.Bukan dari penduduk asli desa itu saja, tetapi pada desa itu mesti ada pendatang baru yang bertempat tinggal di desa yang kita tinggali
Contoh :ada pendatang baru dari Surabaya yang berpindah tempat tinggal menuju daerah Mojokerto (daerah yang kita tinggali). Budaya mereka berbeda dari budaya kita.Tapi jika kita mempunyai rasa toleransi yang tinggi maka, kita juga dapat menjalin hubungan social dengan mereka meskipun budaya mereka tidak sama dengan kita.





7.      Saling membutuhkan
Alasannya :karena manusia adalah manusia yang bersifat social. Manusia membutuhkan bahan kebutuhan hidup.Maka manusia kehidupan sehari – harinya menjalani transaksi antara penjual dan pembeli.Dari transaksi tersebut maka bisa juga terjadi hubungan social antara penjual dan pembeli.

7.     Dampak dan Syarat terjadinya Hubungan Sosial
·         Dampak positive hubungan sosial :
1.      Mendorong masyarakat berpikir maju
    Dengan adanya hubungan sosial masyarakat akan mendapatkan pengetahuan, dan perembesan (difusi teknologi) sehingga dapat mendorong masyarakat untuk berpikiran maju.
    Contoh : hubungan sosial antara guru dengan siswa, masyarakat desa dengan masyarakat kota, bangsa maju dengan bangsa berkembang. mahasiswa KKN dengan masyarakat desa.
         
2.      Mempererat persahabatan antar warga
    Dengan adanya hubungan sosial seperti kerja bakti, gotong royong, arisan dll tali persaudaraan antar warga akan semakin erat.
3.      Memunculkan adanya pembagian kerja dalam masyarakat
    Masyarakat merupakan kelompok sosial yang terdiri dari berbagai individu yang masing-masing memiliki keahlian tertentudan dengan adanya hubungan sosial mereka akan terseleksi dengan sendirinya untuk berperan sesuai dengan keahliannya sehingga terdapat job description atau pembagian kerja
     Contoh : Hubungan kerja yang terjadi antar individu dalam sebuah erusahaan, orang yang ada di dalamnya akan terseleksi untuk mendapatkan tugas dan kedudukan sesuai dengan keahliannya misalkan direktur, manager produksi, keuangan sampai dengan Office Boy
4.      Mendorong terwujudnya demokrasi
    Dengan adanya hubungan sosial masyarakat akan membutuhkan wadah untuk menyalurkan aspirasi ( pendapatnya sehingga muncul DPR sebagai lembaga penyalur aspirasi masyarakat yang merupakan cerminan kekuasaan rakyat (demokrasi)
5.      Meningkatkan pertumbuhan ekonomi
    Dengan adanya hubungan sosial maka kebtuhan masyarakat dapat saling terpenuhi, lancarnya penyaluran barang dari produsen dan konsumen merupakan indikasi peertumbuhan ekonomi.
    Contoh hubungan yang terjadi antara produsen,penjual dan pembeli . Proses produksi yang diikuti dengan distribusi dan daya beli dapt meningkatkan pertumbuhan ekonomi
     Kerjasama antar pemerintah kabupaten Purbalingga dengan pengusaha Korea memunculkan industri rambut palsu dan bulu mata palsu di Purbalingga yang mampu menyerap  ribuan tenaga kerja di Purbalingga dan meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat Purbalingga serta meningkatkan produktivitas masyarakat sehingga mampu  meningkatkan pertumbuhan ekonomi purbalingga
    Begitu juga kerjasama atau hubungan antara Indonesia demgan negara Jepang juga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia
6.      Membentuk kebutuhan masyarakat
    Dengan adanya hubungan sosial dapat menyebabkan munculnya kebutuhan kebutuhan hidup yang baru.
Contoh : dengan semakin luasnya hubungan antar manusia sehingga membutuhkan sarana komunikasi seperti HP, faximile dan Internet. Seragam juga merupakan kebutuhan yang muncul setelah adanya hubungan sosial.


7.      Terbentuknya kelompok sosial yang didasarkan pada kepentingan dan tujuan tertentu.
    Hubungan sosial dapat terjadi akibat adanya kesamaan kepentingan dan tujuan sehingga akan memunculkan kelompok kelompok sosial atas dasar kepentingan dan tujuan misalnya: Koperasi, Paguyuban Tukang Ojek, OPEC  dst.
    Selain itu hubungan sosial juga dapat mengakibatkan terbentuknya kelompok sosial lain berdasarkan faktor penyebab dan faktor pendorong terjadinya hubungan sosial, misalnya kelompok sosial yang terbentuk akibat hubungan sosial yang didorong oleh kesamaan agama, ideologi, tempat tinggal/bahas. Contoh : kelompok pengajian, partai politik, ikatan mahasiswa purbalingga dll.
8.      Dapat mendorong proses Internalisasi    Dengan adanya hubungan sosial maka proses penghayatan yang berlangsung sepanjang hidup manusia dapat terjadi. Manusia aka belajar untuk mengolah dan mengendalikan perasaan, hasrat, nafsu dan emosinya dalam pembentukan kepribadiannya. Melalui hubungan sosial proses internasilasi terjadi pada diri seseorang.
Contoh : penghayatan nilai dan norma agama dapat terjadi melalui hubungan sosial yang terjadi antar pemuka agama, ahli agama, ustad dengan santri santrinya
9.      Mempermudah proses enkulturasi
Melalui hubungan sosial proses belajar dan menyesuaikan alam pikir seta sikap terhadap adat, sistem norma, serta peraturan yang terdapat dala kebudayaan seseorang akan berlangsung.
Contoh: hubungan sosial yang terjadi antar siswaPurbalingga dengan siswa singapura melalui program student exchange, proses enkulturasi akan terjadi diantara mereka karena ada perbedaan adat norma dan kebudayaan yang dimiliki oleh masing masing siswa.
10.    Hubungan sosial dapat mempermudah difusi
       Difusi manusia, teknologi dan budaya dapat terjadi dengan adanya hubungan sosial.
       Contoh : Perkawinan antar etnis di Indonesia atau perkawinan antara orang INdonesia dengan bangsa lain dapat   menyebabkan terjadinya penyebaran manusia, teknologi dan budaya dari pihak satu ke pihak lain.
·        Dampak Negative:
1.    Timbulnya ketegangan dan pertengkaran sosial, perbedaan pendapat, dan pandangan dalam hubungan sosial yang tidak dapat terselesaikan dan sering menimbulkan ketegangan sosial dan bahkan ada kalanya muncul menjadi konflik fisik
2.    Persaingan tidak sehat
3.    Dapat memunculkan sikap otoriter
4.    Terjadi akulturasi negatif, yaitu dua kebudayaan yang saling mempengaruhi menjadikan hilangnya kepribadian dari dua kebudayaan itu.
5.    Terjadinya asimilasi yaitu proses sosial yang timbul jika muncul budaya yang berbeda yang lama kelamaan budaya asli akan berubah membentuk kebudayaan baru.
Proses interaksi sosial dalam masyarakat terjadi apabila terpenuhi dua syarat sebagai berikut:
a.       Kontak sosial, yaitu hubungan sosial antara individu satu dengan individu lain yang bersifat langsung, seperti dengan sentuhan, percakapn, maupun tatap muka sebagai wujud aksi dan reaksi.
b.      Komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain yang dilakukan secara langsung maupun dengan alat bantu agar orang lain memberikan tanggapan atau tindakan tertentu.




BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
1.      Manusia menjalani  kehidupan di dunia ini tidaklah bisa hanya mengandalkan dirinya sendiri dalam artian butuh bantuan dan pertolongan orang lain.
2.      Hubungan tertutup sering terjadi dalam kehidupan social karena pemikiran masyarakat sendiri yang belum dapat berfikir maju bahwa manusia mempunyai derajat yang sama,oleh sebab itu pemikiran bahwa manusia mempunyai derajat yang sama harus lebih di tekankan pada pola fikir masyarakat
3.      Dalam berinteraksi social kapanpun dan dimana pun serta dengan siapa, kita tetap memperhatikan tutur kata yang baik, perilaku yang baik pula. Agar tidak ada yang merasa tersakiti dan tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
4.      A.  Hubungan Temporer/Sementara
Yaitu bentuk hubungan social yang sifatnya sementara/dalam waktu tertentu
B.     Hubungan Permanen
Yaitu hubungan social yang sifatnya lama bahkan dapat seumur hidup.

5.      A.  Yaitu hubungan sosial yang bersifat pribadi dan sukarela, yang langsung bersumber pada kepribadian seseorang dan tidak dapat digantikan dengan yang lain. Pada dasarnya hubungan sosial primer yang asli dan tidak terpengaruh oleh luar banyak terdapat di desa.



B.     Yaitu hubungan sosial yang bersifat formal (resmi), impersonal (tidak bersifat pribadi), dan segmental (terpisah-pisat) yang didasarkan asas manfaat. Pada dasarnya hubungan social sekunder harus adanya kerjasama antara sesama kelompok dan dampak positif harus dikembangkan dan dampak negative harus dihilangkan.
6.  Maka, dari semua factor itu dapat disimpulkan factor – factor itu saling berhubungan dan menjadi satu menjadi suatu hubungan social. Dan factor-faktor tersebut merupakan yang melatar belakangi semua kegiatan hubungan social yang terjadi pada kehidupan social.
7. Masyarakat adalah manusia yang hidup bersama di suatu wilayah tertentu dalam waktu yang cukup lama yang saling berhubungan dan berinteraksi dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang sama. Sedangkan interaksi sosial adalah interaksi sosial adalah suatu hubungan antar sesama manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain baik itu dalam hubungan antar individu, antar kelompok maupun atar individu dan kelompok.
Dan perubahan sosial adalah interaksi sosial adalah suatu hubungan antar sesama manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain baik itu dalam hubungan antar individu, antar kelompok maupun atar individu dan kelompok.
Jadi, didalam sebuah masyarakat terdapat interaksi sosial yang membuat mereka terhubung antara satu dengan yang lainya dan masyarakat dapat berubah sesuai dengan faktor-faktor lingkungan.

0 Response to "Makalah Bentuk-Bentuk Hubungan sosial"

Post a Comment